Tips Android: Kiat Mudik Menggunakan Aplikasi GPS Waze dan Google Maps

Google Maps Android

Rencana rute mudik dengan Google Maps

Smarphone Android bisa membantu Anda untuk menghindari kemacetan selama mudik lebaran ini. Ada beberapa aplikasi GPS yang bisa digunakan, yaitu: Waze dan Google Maps.
Kedua aplikasi ini bisa digunakan sebagai pemandu jalan ketika mudik. Kedua aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing (baca di sini: Google Maps dan Waze). Salah satu keunggulan Waze adalah seperti aplikasi SocMed, namun lebih focus pada GPS. Waze bisa melaporkan kondisi terkini di jalan dan pengguna bisa saling berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain.
Berikut ini sedikit tip mudik dengan menggakan aplikasi GPS di smarphone Android.

SAMSUNG Galaxy Note 3 Neo [N750] - White

Beli Smartphone Android Samsung Baru di Bhineka.com

A. Buat perencanaan route untuk mudik

Sebaiknya Anda pantau berita di televisi, radio, atau di Twitter. Untuk Twitter saya sering memantau kicauan dari @radioelshinta atau @infomudikllaj atau @lewatmana atau @NTMCLantasPolri. Kemudian buat rencana rute perjalanan Anda. Untuk membuat rute ini bisa menggunakan Google Maps via PC. Tandai jalan-jalan yang berpotensi macet dan temukan jalur alternative terdekat. Sebaiknya Anda melakukan ‘review’ jalur-jalur alternative ini dan buat scenario jika Anda terjebak kemacetan di daerah itu.

Akan lebih baik lagi jika Anda bisa mendapatkan peta mudik yang biasanya dibagikan oleh petugas di jalan. Peta ini akan sangat membantu ketika Anda mengalami kemacetan dan bisa memilih jalur alternatif terdekat.

B. Siapakan Kendaraan Anda

Siapkan kendaraan Anda sebelum melakukan perjalanan. Cek ke bengkel langganan Anda. Pastikan bahwa kendaraan Anda siap untuk di bawa mudik.

C. Siapkan HP Android Anda

Persiapakan HP Android Anda sebelum mudik.

1.Pakai HP Holder untuk mobil. Holder ini sebagai tempat meletakkan HP. Holder bisa dipasang di kaca depan mobil sehingga memudahkan pengemudi untuk melihat peta di layar smartphone Android.
2.Charge HP Anda sebelum berangkat. Siapakan juga power bank dan jangan lupa juga di-charge penuh.
3.Isi pulsa HP Anda dan juga pulsa internet. Aplikasi GPS Waze memerlukan koneksi internet.
4. Jangan lupa juga kabel charger untuk mobil. Jika suatu saat HP anda low bat bisa dicharge dengan colokan di mobil.

D. Pada Saat di perjalanan

1. Sebelum berangkat coba tanyakana kondisi jalan via Twitter ke akun twitter @radioelshinta atau @lewatmana tentang kondisi jalan yang akan dilalui. Jika masih lancar kira-kira dalam beberapa jam ke depan Anda bisa melalui jalur itu. Tetapi jika macet, cari alternatif yang paling lancar. Meskipun kemungkinan semua jalur macet.

2. Melalui Waze Anda juga bisa menanyakan kondisi jalur ke pengguna Waze yang sedang melaui jalur itu. Caranya, coba cek jalur yang akan Anda lalui. Jika ada pengguna Waze akan terlihat di layar. Sentuk icon pengguna itu dan lalukan chatting. Jika pengguna itu sedang tidak mengemudi, mungkin dia akan memberitahu kondisi jalan saat ini.

3.Sebaiknya anda meminta bantuan salah satu penumpang/keluarga sebagai navigator. Dia yang bertugas mengawasi peta di Waze dan memantau kondisi jalannya.

4. Jika Anda terjebak macet, minta tolong navigator Anda untuk mencari jalur alternatif di Waze.

5. Pelajari jalur alternatif ini dan jika tidak macet, pindah rute ke jalur alternatif ini.

6. Selama dalam perjalanan sebaiknya dengarkan siaran radio Elshinta atau stasion radio lain yang menyiarkan kondisi lalu lintar di jalur mudik.

Selamat mudik. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Cara Pembuatan Pestisida Nabati dari Umbi Gadung

hormon tanaman giberelin auksin sitokininMaryani Cyccu Tobing di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara membuktikan umbi gadung efektif mengatasi ulat grayak Spodoptera litura terhadap tanaman tembakau Nicotiana tabacum. Hama itu menyebabkan kehilangan hasil tembakau 40%. Maryani mengambil 120 gram umbi gadung, mengupas, lalu memblender hingga halus. Ia menambahkan 1 liter air dan 10 ml etanol. Semprotkan pada tanaman dengan interval 7 hari. Serangan ulat pada tembakau yang telah disemprot umbi gadung hanya 30%. Sementara tanpa penyemprotan 49%.


Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati


Sumber: Halaman Facebook Trubus Majalah

Mandi di Progo

image

Berenang di kali Progo bareng keluarga. Rasanya seperti kembali ke masa kecilku dulu. Dulu aku biasa berenang dengan teman2 di kali Progo ini.

Rumahku hanya 10-15 menit jalan kaki dari kali Progo. Dulu waktu kecil sering main dan berenang di kali Progo. Meskipun kalau pulang dari Progo selalu di-sabetin sama Emak, tetap saja tidak kapok main di Progo.

image

Continue reading

Catatan Kuliner: Sate Maranggi Hj. Tetty, Sadang Purwakarta

image


Catatan kuliner: KULINER


Orang mungkin lebih mengenal sate ayam Madura atau sate kambing Tegal.  Jangan salah di Purwakarta juga ada masakan sate yang tidak kalah enaknya dengan sate ayam Madura atau sate kambing Tegal, namanya Sate Maringgi Hj. Tetty.

Ini pertama kalinya saya makan di warung sate ini. Sebenarnya dulu saya sering lewat jalan ini, cuma baru sekarang saya diajak makan oleh teman. Lokasinya tidak begitu jauh dengan pintu tol Cikampek. Dari pintu tol belok kanan ke arah Sadang Purwakarta. Kira2 10 menit perjalanan akan Anda temui warung sate yang cukup ramai di sisi sebelah kiri jalan. Lokasi parkirnya cukup luas dan tempat makannya juga luas. Tempat makannya biasa saja. Meja panjang dan beberapa bangku panjang. Jelas terlihat kalau warung ini memang ditujukan untuk mengisi perut, bukan untuk bersantai-santai.

Konon warung sate ini berdiri sudah cukup lama. Awalnya cuma warung kecil, lalu berkembang menjadi besar seperti sekarang ini. Waktu kami datang, hampir semua meja terisi semua. Penuh.

Continue reading

Pemulung dan dua anaknya

Malam ini pukul 09.30 malam saya kembali bertemu dengan dua orang anak pemulung dan ibunya. Mereka anak2 yang sama yang saya temui beberapa waktu yang lalu. Mereka selalu memulung selepas isya’. Malam hari. Mereka menyusuri jalan2 di kedinginan malam. Mencari dan mengumpulkan barang2 yang masih bisa dijual. Barang itu dimasukkkan ke dalam gerobak yang didorong ibunya.

Saya salut dengan mereka. Keluarga miskin ini memilih untuk mencari rizqi yang halal; sampah yang bisa dijual. Mereka memilih memulung daripada duduk dipinggir jalan dan meminta-minta. Dua anak itu masih tetap sekolah. Mereka mulai memulung setelah malam tiba, mungkin setelah mereka selesai belajar.

Berjuanglah kawan. Semoga Allah memberi rizqi yang barokah pada kalian.

Daur Ulang Sampah Styrofoam untuk export

Daur Ulang Sampah Styrofoam:

Cara sederhana untuk menguji mikroorganisme lokal (MOL), pupuk organik cair (POC), dan pupuk organik padat/granul (POG).

Buku Pupuk Organik GranulPetani, kelompok tani (POKTAN), atau gebungan kelompok tani (Gapoktan) bisa membuat sendiri mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan sebagai pupuk organik cair (POC) atau pupuk organik granul (POG) atau padat yang dibuat dari kompos jerami, kotoran ternak, seresah daun, dll. (Info lebih lengkap klik di sini: Kumpulan Resep MOL, kompos jerami, Promi, membuat POG, biang POC). Kalau petani bisa membuat sebagian pupuknya sendiri, petani tidak akan terlalu tergantung pada pupuk kimia/anorganik. Berikut adalah cara sederhana untuk menguji kualitas MOL, POC, atau POG yang dibuat petani. Cara ini bisa dilakukan oleh petani sendiri melalui pengamatan visual tanpa perlu analisa laboratorium yang rumit dan mahal. Paling tidak dengan uji sederhana ini, petani bisa mengetahui kualitas pupuk/mol yang dihasilkan sebelum diaplikasikan secara luas di lahannya atau anggota kelompok tani.


Catatan:
1. Cara pengujian POG ini adalah cara sederhana untuk petani dan bukan untuk tujuan ilmiah.
2. Cara pengujian POGini bukan cara baku, jadi bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan kondisi di sekitar petani.
3. Cara pengujian POG ini adalah pengujian skala kecil dengan menggunakan pot atau polybag.
4. Keberhasilan uji ini tergantung sepenuhnya pada penguji.
5. Saya tidak bertanggung jawab terhadap setiap kegagalan akibat menggunakan cara uji ini.


Pemilihan Tanah

Continue reading

The Fall, film lain yang saya suka

The King of Mask, film yang sangat menarik.

Film dari negeri tirai bambu ini menceritakan tentang kondisi sosial budaya orang Tiongkok jaman dulu. Film ini menceritakan tentang seorang kakek tua yang berprofesi sebagai penari aktraksi topeng. Dia memiliki keahlian berganti topeng secara cepat. Cepat sekali. jadi seperti sulapan saja. Namun, sayangnya sang kakek tidak memiliki anak. Dia pingin punya anak laki-laki yang kelak akan menggantikannya sebagai Master Topeng.

Di Tiongkok anak laki-laki lebih dihargai daripada anak perempuan. Kadang-kadang anak perempuan akan ditelantarkan, dibuang, dijual, atau bahkan dibunuh….hiiii…mengerikan.

Nah, suatu ketika sang kakek datang ke pasar yang menjual anak. Dia tertarik dengan seorang anak laki-laki yang tampan. Akhirnya, sang kakek membelinya dan membawanya pulang. Tempat tinggal kakek ini adalah sebuah sampan kecil. Di dalam sampan ini sang kakek melakukan aktivitas kesehariannya, makan, tidur, masak, dan menyimpan perlengkapan pertunjukannya.

Mulailah kehidupan baru sang kakek dengan anak angkatnya ini. Hidupnya berubah menjadi lebih berwarna. Sang kakek tampah bahagia.

Namun, anak yang sedikit aneh dari kelakuan sang anak. Anak angkat itu selalu kencing sembunyi-sembunyi dan kalau kencing selalu jongkok. Gaya kecing anak perempuan. Ternyata memang, sang anak itu bukan anak laki-laki, tetapi anak perempuan yang berpakaian dan meyamar sebagai anak laki-laki agar laku dijual.

Sang anak bisa menyembunyikan rahasianya itu sampai beberapa lama. Hingga akhirnya sang kakek tahu, bahwa anak itu adalah anak perempuan. Dia sangat kecewa dan marah. Anak itu ditinggalkannya sendiri di tepi sungai. Sang kakek pergi kembali ke desanya dengan hati hancur.

Anak itu akhirnya menjadi anak gelandangan. Mencari makan dari sisa-sisa makanan orang dan kadang-kadang mencuri untuk mengisi perutnya. Sedih sekali.

Daripada baca tulisan saya, mendingan lihat sendiri saja filmnya. Dijamin menguras air mata. Banyak pesan sosial dan moral dari film ini. Saya merekomendasikan Anda untuk menyaksikannya, karena film ini belum pernah diputar di televisi di Indonesia.

The King of Mask, film yang sangat menarik.