Penyakit Busuk Rimpang Jahe

Busuk rimpang adalah salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman jahe, terutama jika media tanam terlalu lembab, tergenang, dan drainase yang kurang baik. Jika sudah terserang penyakit ini sulit dikendalikan dan sulit diobati. Salah satu cara terbaik adalah dengan melakukan pencegahan: pilih bibit yang bebas hama dan penyakit, drainase harus baik, jangan biarkan tanaman/polybag sampai tergenang lebih dari dua hari, dan gunakan mikroba (Trichoderma spp) seperti ada ada di dalam Promi.

Berikut sebuah buku kecil yang diterbitkan dari India yang menjelaskan tentang penyakit busuk rimpang, terutama yang disebabkan oleh jamur.

Membuktikan Sendiri Khasiat Bawang Putih

Bawang untuk sambal

Bawang dibuat sambal

Sudah lama sekali saya tidak kena sariawan sejak saya minum kombucha bertahun-tahun yang lalu. Sesekali kena sariawan karena kegigit, atau kena kepalanya Yusuf. Sariawan model seperti ini cepat sembuh. Namun, seminggu ini saya benar-benar capek, banyak aktivitas, kurang tidur, dan akhirnya badan meriang dan mulut sariawan. Kalau cuma sehari sih tidak terlalu masalah, hampir seminggu masih terus meriang dan sariawan tidak kunjung sembuh-sembuh.

Saya tidak punya kombucha lagi. Jadi saya mesti cara alternatif untuk mengobati sakit saya ini. Saya jadi ingat kalau bawang putih banyak khasiatnya, termasuk mengobati sakit. Caranya, bawang putih ini dimakan mentah-mentah. Kalau perlu di-‘untal’ seperti makan pil. Tahu sendiri lah, bawang putih rasanya seperti apa. Sulit kalau saya mesti ‘nguntal’ bawang. Saya coba mencari cara makan bawang mentah yang lebih ‘nikmat’.

Saya jadi inggat, dulu Bapak pernah mengajari saya cara membuat sambal bawang. Resep sambal ala Bapak saya sederhana. Bawang putih dikupas kemudian dikeprek, cabai rawit potong kecil-kecil/rajang. Kalau Bapak pakai cabai merah yang super pedas plus cabai rawit hijau. Ditambah kecambah kacang hijau yang masih kecil-kecil dan segar. Semuda dicampur jadi satu lalu diberi kecap. Muantap sekali.

Sayang bahan-bahan ini tidak ada. Saya membuat sambal bawang mentah hanya bawang empat siung dan cabai rawit hijau beberapa buah. Semua saya uleg jadi satu. Tidak lupa saya tambahkan kecap manis cap tiga keong yang kami beli khusus dari Pati. Sambal ini adalah lauk utama makan malam saya. Agar lebik nikmat saya tambah ikan asin goreng kering dan lalapan.

Ketika cabai dan bawang menyentuh sariawan, rasanya ‘mak nyossss’, persis kalau sariawan diberi Abotil. Tapi, sakitnya cuma sebentar, setelah itu terasa lebih lunak dan lemes. Paduan bawang, cabai, ikan asin, kecap dan lalapan rasanya nikmat. Ada sensasi khusus yang selalu membuat ketagihan. Saya sempat nambah nasi sampai perut penuh.

Saya tahu, istri saya mungkin merasa nggak enak dengan bau mulut saya. Ngaak apa-apa lah, paling cuma sehari dua hari ini.

Esok hari sudah mulai terasa efeknya. Badan mering sudah hilang, karena saya kemarin minum banyak air putih dan istirahat cukup. Sariawan sudah tidak ‘kemeng’ lagi, dan terlihat sudah mulai sembuh.

Hari ini saya makan malam dengan sambal bawang mentah. Saya sengaja tambahkan banyak bawang, sampai empat lima siung. Saya harap ini akan memberikan efek yang lebih baik.


Saya sangat jarang minum obat. Sejak kecil saya diajarkan oleh orang tua, terutama Bapak, untuk tidak sering minum obat-obat. Saya memang ke dokter puskesmas pakai bpjs, tetapi hanya untuk minta surat keterangan sakit. Resep obatnya tidak saya ambil. Biar untuk orang lain saja. Saya lebih memilih cara-cara yang lebih ‘alami’, istirahat cukup, olah raga, dan jamu/herbal.

Peningkatkan Pertumbuhan Jahe dengan Mikroba Trichoderma spp

Tulisan ini terinsipirasi oleh sebuah artikel ilmiah dari China yang berjudul “Screening strains of Trichoderma spp for Plant Growth Enhancement in Taiwan” (artikel aslinya bisa dibaca di bagian bawah). Dalam artikel itu ditemukan bahwa beberapa isolat Trichoderma spp diperoleh dari perakaran (rhizospere) tanaman jahe dan terbukti bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman. Artinya, bahwa Trichoderma spp memiliki effek positif pada tanaman, tidak hanya pada tanaman jahe tetapi juga berspektrum luas, bisa juga untuk tanaman yang lain. Ketika saya kuliah S2 dulu, saya juga menemukan sebuah artikel tentang efek ‘plant growth promoting’ pada isolat Trichoderma spp, yaitu artikelnya Altomare et al (1999). Nah kebetulan di PPBBI (dulu BPBPI) memiliki banyak koleksi isolat Trichoderma spp. Salah satunya adalah koleksi milik Dr. Darmono Taniwiryono yang juga terbukti memiliki effek positif pada tanaman. Foto ini adalah percobaan sederhana saya untuk membuktikan pengaruh positif mikroba terhadap tanaman. Salah satu mikroba yang saya gunakan adalah Trichoderma spp. Percobaan ini saya lakukan sekitar tahun 2005 atau 2006. Sudah lupa saya. Lihat linknya di sini: Aplikasi Mikroba pada Tanaman.

aplikasi mikroba pada tanaman

Keterangan:
A = kontrol tanpa pemupukan
B = pemupukan standard
C = pemupukan dengan Posmanik + Urea
D = seperti perlakuan A + inokulum T. harzianum dan Aspergillus sp.

Percobaan ini dilanjutkan dengan menggunakan tanaman tebu, sawit, jati, dan lain-lain. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi mikroba memang bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Continue reading

Pretreatment Biologi dengan Jamur Pelapuk Putih

Penyakit Jahe: Bercak Daun Helminthosporium


Saya bukan ahli penyakit jahe, jadi catatan ini disarikan dari buku “Ginger The Genus of Zingiber” dan beberapa sumber lain. Sebagian foto2 diambil dari buku tersebut.

Ada beberapa penyakit pada tanaman jahe yang disebabkan oleh kapang, antara lain: busuk rimpang (soft rot) yang disebabkan oleh kapang Pythium, kuning (yellows) yang disebabkan oleh Fusarium, bercak daun (Phyllosticta leaf spot) yang disebabkan oleh Phyllosticta, bercak daun heminthosporium (Helminthosporium leaf spot) yang disebkan oleh Helminthosporium, dan Thread blight yang disebabkan oleh Pellicularia filamentosa. Saya akan coba membuat catatan tentang penyakit-penyakit tersebut.

Penyakit-penyakit tersebut sebagian bisa diatasi dengan menggunakan menggunakan jamur antagonis, seperti Trichoderma dan Aspergillus. Kedua jamur ini ada di dalam Aktivator Promi. Sebagai tindakan preventif, Anda bisa menggunakan Aktivator Promi dalam media tanam jamur.

Pupuk Organik Cair Khusus Jahe klik di sini.


Bercak Daun Helminthosporium

Penyakit bercak daun jahe

Penyakit bercak daun jahe

Bercak daun pada tanaman jahe bisa disebabkan oleh beberapa jamur/kapang pathogen. Kapang pahtogen yang menyebabkan bercak-bercak daun salah satunya adalah Helminthosporium. Berbedaan dengan bercak daun yang disebabkan oleh Phyllosticta adalah ukuran bercak-bercaknya. Bercak daun yang disebabkan oleh Helminthosporium berukuran kecil bulat atau oval dengan ukuran 4 s/d 5 mm x 2 s/d 3 mm. Bercak ini muncul di kedua permukaan daun jahe. Bercak-bercak ini semakin lama akan semakin membesar. Bercak yang sudah ‘matang’ ditandai dengan bagian tengah yang mati, dikelilingi oleh cincin coklat dan daerah berwarna kuning di bagian terluar. Penyebab penyakit ini adalah kapang Helminthosporium. Penyakit ini jarang ditemui. Penyakit ini disebabkan oleh kapang/jamur, penanganan penyakit ini bisa menggunakan bubur bordo/bordeaux. Agar terhindar dari penyakit ini, selalu gunakan benih/bibit jahe yang sehat.

Pestisida Buatan Sendiri: Bubur Bordo (Bordeaux)

Bubur bordo atau Bordeaux adalah salah satu pestisida yang bisa dibuat sendiri. Pestisida ini sudah dikenal sangat lama dan terbukti manjur untuk mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur.


Baca juga: Pestisida Nabati


Bahan-bahan:

  1. ¼ Kg Gamping/Kapur
  2. ¼ Kg Belerang
  3. ¼ Kg Prusi atau terusi atau CuSO4
  4. Air 6 liter

Alat-alat:

  1. Ember dua buah
  2. Panci
  3. Kompos
  4. Lumpang/ulekan

Cara membuat:

  1. Masukkan prusi ke dalam ember.
  2. Haluskan gamping dan belerang jadi satu, kemudian dimasukkan ke dalam ember kedua
  3. Rebus 6 liter air sampai mendidih.
  4. Masukkan 3 liter air mendidih ke dalam ember satu yang berisi trusi. Aduk hingga tercampur merata.
  5. Masukkan 3 liter air mendidih sisanya ke dalam ember ke dua. Aduk hingga tercampur merata.
  6. Satukan masing-masing adonan dan diaduk sampai merata.
  7. Diamkan adonan semalaman hingga terbentuk cairan bening dan ada endapannya.
  8. Ambil cairan yang berwarna bening dan gunakan untuk menyemprot daun tanaman yang terserang penyakit.
  9. Endapan bisa digunakan untuk dicampurkan dengan media tanam.

Cara Aplikasi:

  1. Dosis penyemprotan adalah 50 sampai 70 ml per tangki (14 liter), atau satu gelas aqua untuk tiga tangki penyemprot.
  2. Semprotkan secara merata ke tanaman yang terserang penyakit.
  3. Interval penyemprotan seminggu sekali

PERHATIAN:
Pakailah pestisida ini secara bijak. Jangan menggunakannya secara berlebihan. Penggunaan berlebihan akan menyebabkan penyakit menjadi tahan terhadap pestisida.

Penyakit Jahe: Bercak Daun Phyllosticta


Saya bukan ahli penyakit jahe, jadi catatan ini disarikan dari buku “Ginger The Genus of Zingiber” dan beberapa sumber lain. Sebagian foto2 diambil dari buku tersebut.

Ada beberapa penyakit pada tanaman jahe yang disebabkan oleh kapang, antara lain: busuk rimpang (soft rot) yang disebabkan oleh kapang Pythium, kuning (yellows) yang disebabkan oleh Fusarium, bercak daun (Phyllosticta leaf spot) yang disebabkan oleh Phyllosticta, bercak daun heminthosporium (Helminthosporium leaf spot) yang disebkan oleh Helminthosporium, dan Thread blight yang disebabkan oleh Pellicularia filamentosa. Saya akan coba membuat catatan tentang penyakit-penyakit tersebut.

Penyakit-penyakit tersebut sebagian bisa diatasi dengan menggunakan menggunakan jamur antagonis, seperti Trichoderma dan Aspergillus. Kedua jamur ini ada di dalam Aktivator Promi. Sebagai tindakan preventif, Anda bisa menggunakan Aktivator Promi dalam media tanam jamur.

Pupuk Organik Cair Khusus Jahe klik di sini.


Bercak Daun Phyllosticta

penyakit bercak daun jahe

Daun tanaman jahe yang terkena serangan ringan bercak daun.

Penyakit ini menyebabkan bercak-bercak atau spot di daun jahe. Spotnya kecil sampai sedang, berbentuk bulat atau memanjang berukuran 1mm sampai 10 mm x 0.5m sampai 4mm. Bercak-bercak ini terutama pada daun muda. Bercak memiliki titip pusat yang memutih dan pinggiran coklat gelap dan dikelilingi oleh lingkaran yang menguning. Bercak-bercak bisa semakin membesar dan bergabung membentuk bercak yang lebih besar lagi. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phyllostica zingiberi.

Kelembaban yang tinggi menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan jamur ini berkembang biak dengan cepat. Spora jamur yang tertinggal di seresah-seresah daun jahe bisa menjadi sumber infeksi penyakit. Spora ini bisa bertahan hingga 14 bulan. Jadi jika daun-daun jahe yang terserang dibiarkan di lahan bisa menjadi sumber penyakit.

penyakit bercak daun jahe

Daun jahe yang terserang penyakit bercak ( http://agridr.in/tnauEAgri/eagri50/HORT282/lec01.html )

Salah satu cara pencegahannya adalah dengan memberikan naungan. Penelitian di India menemukan bahwa tanaman jahe yang ditumbuhkan di bawah naungan bisa mengurangi serangan penyakit bercak daun ini.

Continue reading

Pembuatan Pupuk Kompos Jerami dengan Promi di Kab. Kendal Jawa Tengah

Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Tip Memilih Bibit Jahe dari Bentuk Tunasnya

image

Benih Jahe Gajah

image

Pemilihan bibit jahe yang baik adalah salah satu langkah awal untuk sukses dalam budidaya jahe. Jika bibit jahe yang dipilih baik, maka hasil yang bagus pun sudah jadi jaminan. Pemilihan bibit jahe yang bagus bisa dilihat dari bentuk tunasnya. Mana menurut Anda bibit jahe yang bagus? Yang gendut atau yang kurus?

Langkah pertama yang penting dalam memilih bibit/benih jahe adalah bibit/benih harus bebas hama dan penyakit. Cek dulu apakah ada kutu. Benih yang kurang bersih biasanya ada kutunya. Kutu ini menyebabkan benih bercak-bercak dan bopeng2 kecil. Kalau tidak dibersihkan bisa menjadi jalan masuknya penyakit. Kulit yang luka akan lebih mudah terserang penyakit.

Bentuk benih yang sehat adalah benih jahe yang “nyempluk”, gendut, berisi. Apalagi jahe gajah, harus yang besar. Jangan pilih yang kecil dan kurus. Rimpang yang gendut menandakan banyaknya cadangan makanan untuk pertumbuhan bibit jahenya kelak. Lihat gambar di bawah ini.

image

Benih jahe yang gendut dan tunasnya sedikit lebih baik daripada benih yang kurus dan bertunas banyak. Cadangan makanan yang banyak hanya untuk memberi ‘makan’ satu saja. Coba kalau cadangan makanannya sedikit mesti memberi makan pada bibit yang banyak. Bibitnya akan kekurangan makanan.

Continue reading

Penyakit Layu Bakteri pada Jahe: Pengenalan, Pencegahan& Pengobatan

Penyakit bisa dihindari dengan pemupukan yang cukup dan berimbang. Seperti halnya manusia, Tanaman yang sehat tidak mudah terserang penyakit. Gunakan pupuk khusus jahe.