Jalan-jalan ke Gunung Bunder, Kaki Gunung Salak

Gunung Bunder Bogor

Hutan di Gunung Bunder, Bogor

Gunung Bunder

Gunung Bunder adalah salah satu wanawisata di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Di tempat ini ada banyak curug atau air terjun dan bumi perkemahan. Gunung Bunder bisa jadi salah sarana berlibur untuk melepas penat bersama keluarga.

Jika ada waktu luang, kami sekeluarga lebih suka menghabiskan waktu bersama di alam bebas. Jalan-jalan ke Kebun Raya atau ke hutan-hutan di kaki gunung Salak, salah satunya Gunung Bunder yang ada di Ciampea, Kab.Bogor.

Ini koordinate Gunung Bunder untuk mengetahui posisi dan rute menggunakan Google Maps atau Waze:

Continue reading

Ketombe yang Bikin Jengkel & Minder

Ketombe mungkin bukan penyakit yang mematikan. Tapi, ketombe bisa membuat orang mati kutu dan malu. Suer saya merasakanya sendiri. Alhamdulillah, sekarang masalah ketombe itu lambat laun bisa teratasi.

Entah sejak kapan saya mulai ketombean. Lupa. Mungkin karena saya seorang kontraktor alias ke mana-mana pakia motor. Saya termasuk pengendara motor yang taat aturan. Saya hampir selalu memakai helm standar DOT setiap naik motor. Mungkin karena itu kulit kepala menjadi bermasalah. Lambat laun muncullah ketombe.

Awalnya rabut terasa gatal. Kalau digaruk2 serbuk2 putih beterbangan. Awalnya kecil2 saja. Saya jadi ingat iklan shampoo anti ketombe di tivi. Setelah saya pakai bukannya hilang malah semakin banyak ketombenya. Ketombenya lebih besar ukurannya. Mengerikan.

Continue reading

Sepotong Kenangan dg Ust. Muhibbin Bakrun, Lc.

image

Ust. Muhibbin Bakrun, Lc. (Foto dari Akun FB Laziz Mafaza)

Dari sekitar tujuh orang yg tinggal di masjid Fatimatuzahra, mungkin saya yang paling lain sendiri. Rambut saya lebih dari sebahu, celana jeans ketat, dan naik RX King. Teman-teman lain lebih alim dan kelem, jengot dipelihara dan celana congkrang. Tapi Ust. Muhibbin tetap sabar mengajar kami mengaji. Beliau selalu tersenyum lebar setiap ketemu saya dan memanggil nama saya dengan intonasi khasnya “Isroi”, terus menjabat tangan saya dengan tangan diayunkan dulu.

Ust. Muhubbin mengajar banyak pelajaran dasar-dasar Islam, seperti tafsir, bahasa Arab, dan fikih. Yang paling sulit saya ikuti adalah bahasa Arab. Bukunya ajarnya masih saya simpan sampai sekarang. Susah sekali saya mengikutinya. Dari semua murid yang ikut pelajaran2 itu, saya paling bodoh sendiri. Malu.

Continue reading

Catatan Ciengkek (lagi)

image

Ciengkek masih jadi tantangan untuk ditaklukkan. Saya coba mengukur berapa jarak dan tinggi tanjakan Ciengkek ini. Pengukuran di mulai dari jembatan kali Ciomas yang ada di dekat  pangkalan pasir. Untuk mengukur ketinggian saya menggunakan aplikasi Altimeter untuk Smartphone Android. Ketinggian di posisi awal ini terbaca 286 dpl.

image

Untuk mengukur jarak tempuh dan waktunya saya menggunakan aplikasi Endomondo. Dengan aplikasi ini saya bisa merekam jejak di peta Google Maps, jarak yang ditempun dan waktu tempuhnya. Saya bersepeda berdua saja dengan Arroyan.

Continue reading

Macan Tutul yang Merawat Bayi Kera yang Dimangsanya

Seekor macan tutul (leopard) yang merawat bayi kera yang ibunya mati dimangsanya. Video ini sungguh menggugah perasaan. Seekor binatang yang buas ternyata tetap memiliki perasaan belas kasihan. Macan tutul ini memangsa seekor monyet dan membunuhnya. Ternyata monyet ini sedang memiliki bayi monyet yang masih kecil. Bayi monyet ini tetap beergelayut di bangkai ibunya yang dibunuh sang macan tutul. Rupanya sang macan tutul punya rasa belas kasihan. Bayi monyet ini dirawatnya. ;(

Website yang Pertama

First Website by Tim BL

First Website by Tim BL

Nggak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau tidak ada website. Mungkin tidak akan pernah ada Facebook, WordPress, YouTube, dan game on-line. Saya jadi penasaran bagaimana rupanya website yang pertama kali dibuat. Setelah tanya Mbah Google dan PakDhe Wikipedia akhirnya ketemu juga dengan website yang pertama kali dibuat oleh Mbahnya Website Tim Berners-Lee. Tim BL menciptakan protokol TCP/IP (opi kuwi aku yo ora ngerti) yang pertama kali. Dengan protokol itulah dia menciptakan website yang pertama. Ternyata website itu sampai sekarang masih aktif. Berikut alamat url website yang pertama kali dibuat: http://info.cern.ch/. Website ini diluncurkan sekitar tahun 1990-an. Waktu itu saya masih kelas satu SMA. Sudah luama sekali.

Protokol terus disempurnakan dan tampilan website sekarang sudah berkembang pesat. Kalau jaman dulu hanya menampilkan teks dengan layar warna hitam dan tulisan warna hijau menyala. Sekarang tampilan sudah warna-warni. Bahkan tidak hanya text yang ditampilkan. Website sekarang sudah bisa menampilkan foto, video, animasi, suara, dan file-file yang lain. Hebat sekali. Website sekarang sudah sangat interaktif dan melahirkan dunia baru yang disebut dunia maya.

Sebenarnya ada nggak sih dunia maya itu? Imaginasi orang bisa macam-macam. Kalau lihat fil TRON. Mungkin seperti itulah dunia maya di masa depan. Kalau jaman sekarang orang berinteraksi di dunia maya hanya duduk di depan layar monitor komputer. Mungkin di masa depan orang akan masuk ke dalam internet itu sendiri.

Wallahua’lam. Kita tunggu saja perkembangannya.

Nulis Nganggo Basa Jawa

Amargo koncoku sing arane Kang Cessy Fauzie Herman nulis komentar nang status FBku nganggo basa Jawa, aku dadi kepingin nulis nganggo basa Jawa. Aku asli klairan nang tanah Jawa. Bapak biyungku wong Jawa kabeh. Dadi basa asliku yo basa Jawa kuwi mau. Nangging amargo langka dienggo, aku rodo lali basa Jawa kromo. Opo meneh sing kromo inggil. Nek mung ngrungokke thok aku isih ngerti. Nangging nek dikon ngomong mesti belepotan ora karu-karuan.

Iki wae aku nulis nganggo basa Jawa pasaran logat Magelang. Saben daerah duwe logat dewe-dewe. Logat Magelang isih cedak karo logat Jogja.

Naliko isih cilik mbiyen aku yo iso nulis nganggo aksoro Jawa. Malah aku duwe buku catetan sing biasane aku tulis ngganggo aksoro jowo. Sayange buku kuwi saiki wis embuh nang ngendi sangkan parane. Ilang.

Nek ngomong-ngomong karo kanca-kancaku sing wong Jawa aku isih ngunakke basa Jawa. Kadang-kadang campuran nganggo basa Indonesia. Arepo bedo logat, saben wong Jawa isih iso ngerti maknane.

Kanggo nguri-nguri basa Jawa, kolo-kolo aku arep nulis ngganggo basa Jawa. Ben isine blogku iki campur-campur.

Monggo poro sedulur kabeh, monggo pinarak dateng pangenane kulo meniko.
Matur nuwun.

1000

Ada yang sedikit istimewa hari ini. Tak terasa hari ini sudah 1000 postingan saya di blog ini isroi.com. Malam ini saya mencoba flash back kembali ke belakang ketika saya mulai ngeblog dulu.

Sudah saya tuliskan mengapa saya aktif ngeblog selama ini (baca di link ini atau ini). Saya mulai ngeblog di WordPress.com sejak bulan Februari 2008 atau berarti 6 tahun 10 bulan. Kalau di rata-rata saya update isi blog setiap dua hari sekali. Memang tidak semua posting berisi tulisan. Sebagian diantaranya adalah sharing dokumen atau video di YouTube. Saya mencoba untuk menyimpan sesuatu yang menarik bagi saya dan saya pikir bermanfaat bagi pengunjung blog ini. (Semoga).

Continue reading

Seni Keseimbangan oleh Michael Grab

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Orang mungkin menganggapnya gila, tapi tidak bagi Michael Grab. Michael Grab melakukan sebuah pekerjaan yang hampir mustahil, yaitu menyeimbangkan batu-batu. Keahlian yang sangat luar biasa. Perlu latihan dan konsentrasi yang luar biasa untuk bisa melakukan ‘seni’ ini. Silahkan dinikmati video YouTubenya atau silahkan kunjungi website pribadi dan halam facebooknya.

http://www.gravityglue.com/
https://www.facebook.com/GravityGlue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Michael Grab Gravity Glue

Om Tino; Pergi Haji adalah Panggilan

Sudah cukup lama cerita ini mengendap di kepalaku. Cerita tentang kisah hidupnya Om Tino. Ini adalah lanjuta kisah yang saya tulis sebelumnya: Berbagi Pengalaman dengan Om Tino.

*****
Om Tino menceritakan bagaimana dia akhirnya menunaikan ibadah haji. Beberapa tahun sebelumnya istrinya sudah lebih dulu pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Om Tino tidak mau ikut. Ketika itu sama sekali tidak terbesit dalam pikirannya untuk pergi ke tanah suci. Ada banyak alasan yang dia utarakan untuk memenuhi ajakan istrinya itu. Intinya adalah Om Tino belum merasa terpanggil untuk pergi haji.

Entah dari mana awalnya, Om Tino lama kelamaan jadi ingin pergi haji. Om Tino sudah mulai sholat dan rajin ke masjid. Keinginan untuk pergi haji semakin kuat. Dia mengajak saudaranya untuk ikut serta dan Om Tino yang akan membayar semua biayanya. Padahal waktu itu Om Tino sedang jadi penggangguran dan dia tidak memiliki uang cukup. Saldo rekening bank menipis.

Continue reading