Mengkritisi Standard Mutu Pupuk Organik Cair (POC) pada Permentan No.: 70 Tahun 2011

Departemen Pertanian RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri terbaru untuk pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah. Permentan ini merupakan pembaharuan peraturan dari permentan sebelumnya. Lampiran permentan ini menyebutkan persyaratan teknik dari pupuk organik padat, cair, dan pembenah tanah. Jika dicermati lebih dalam ada yang menarik untuk dikritisi dari lampiran permentan ini.

Saya mengapresiasi Deptan untuk mengeluarkan permenta ini, karena dengan adanya permentan ini akan menjadi acuan bagi produsen pupuk organik/hayati/pembenah tanah dan melindungi petani dari produk-produk yang berkualitas rendah. Namun, angka-angkanya, menurut saya, agak tidak masuk akal, khususnya untuk pupuk organik cair (POC).

Misalnya, di permentan itu disyaratkan bahwa kandungan c-organik minimal 6%. Setahu saya POC dibuat dari fermentasi bahan-bahan organik atau ekstrasi bahan organik kemudian baru difermentasi. Banyak contohnya, seperti: fermentasi urin sapi, urin kelinci, urin manusia, fermentasi limbah cair bioetanol, limbah cair agroindustri, atau ekstrak dari berbagai macam bahan organik. Sepanjang pengetahuan saya, kandungan bahan organik di bahan-bahan organik itu sangat-sangat rendah. Vinase (limbah cair bioetanol) memiliki kandungan bahan organik yang rendah. Begitu juga urin binatang atau urin manusia, kandungan c-organiknya juga rendah. Kandungannya sekitar <3%. Pengalaman petani/produsen membuktikan bahwa POC yang dibuat dari fermentasi urin atau ekstrak bahan organik terbukti bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas tanaman. Meski kandungan c-organiknya rendah.

Saya sama sekali tidak tahu apa yang menjadi dasar para ahli penyusun Permentan ini dalam menetapkan angka 6%. Mungkin ada pembaca atau mungkin juga pembuat kebijakan ini bisa menjawab masalah ini. Mungkin juga deptan atau ahli pupuk yang lain sudah melakukan survei/penelitian terkait dengan angka 6% ini. Sayangnya belum saya dapatkan papernya.

Problemnya adalah, karena ada baku mutu ini, produsen POC mau tidak mau harus meningkatkan kandunga c-organiknya. Entah dengan cara bagaimana, yang penting c-organiknya bisa memenuhi spesifikasi deptan. Menyesuaikan spek berarti menambah bahan. Menambah bahan berarti menambah cost. Menambah cost berarti meningkatkan harga. …???????

Berikutnya adalah tentang kandungan unsur hara makro, yaitu: N, P, dan K. Di situ tertulis 3-6 %. Permentan yang lama, kalau tidak salah kandungan N, P, dan K adalah 5%. Permentan yang lama lebih tinggi lagi.

Produk-produk POC 'jaman dulu' memang agak 'gila' menurut saya. Saya pernah menemukkan POC yang kandungan N-nya disebutkan hingga 9%. Gendeng. Mana ada bahan organik yang memiliki kandungan N setinggi ini. Begitu juga kandungan untuk hara makro yang lain. Disebutkan dengan angka-angka yang tinggi-tinggi.

Sepajang pengetahuan saya, kandungan hara di pupuk organik sangat rendah. Tidak ada bahan organik yang sangat kaya hara. Dari diskusi dengan petani maupun produsen pupuk organik, muncul dugaan kalau bahan-bahan pembuat POC di-'mark up' dengan pupuk kimia. Jadi sebenarnya bukan beneran pupuk organik. Jaman dulu sekali ada kasus 'organim' atau 'tetes' yang digunakan untuk mengocor tebu. Begitu dikocorin langsung hijau tanamannya. Petani suka sekali. Tapi efeknya tanahnya menjadi rusak. Kecurigaannya, orgamin ini dicampur dengan urea dosis tinggi. Pantes.

Dalam permentan berikutnya, kandungan total hara makro diturunkan hanya menjadi 5%. Akibatnya banyak produk-produk POC yang asal-asalnya. Membuang POC gampang sekali kok, mungkin isinya hanya air diberi sedikit 'bumbu' organik. Kalau tidak salah ingat, Deptan juga memberikan subsidi untuk POC ini.

Namun, celakanya, banyak POC yang tidak 'berkhasiat'. Harganya mahal tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali ke tanaman. Petani banyak yang kecewa, bahkan apriori dengan pupuk organik.

Tahun 2011, isi permentan dikoreksi lagi dan kandungannya diubah menjadi 3-6 untuk masing-masing hara macro. Menurut saya bagus, terutama untuk melindungi petani dari produk-produk yang dibuat asal-asalan. Meskipun, mungkin, ada penambahan pupuk kimia untuk memperkaya POC ini, setidaknya penambahannya tidak banyak sekali. Demikian pula, POC tidak bisa hanya dibuat asal-asalan saja.

Saya berharap Permentan ini akan terus diperbaiki dan ditingkatkan. Semoga produk-produk POC di Indonesia semakin berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.

Ide menarik pemanfaatan seresah tebu untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah

panen tebu bahan organik seresah

Panen tebu menyisakan bahan organik yang melimpah (Sumber

Manfaat pupuk organik padat, seperti: kompos, pupuk kandang, dll, sudah tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian di seluruh penjuru dunia sudah membuktikan pengaruh positif dari pemberian bahan organik bagi produktivitas tanaman maupun perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Namun, penyediaan pupuk organik tidak lah selalu mudah. Salah satunya di lahan tebu.

Sumber bahan organik dari perkebunan tebu banyak sekali, seperti: seresah, sisa klethekan, blotong, dan abu ketel. Blotong dan abu ketel sudah banyak dimanfaatkan untuk pupuk organik oleh beberapa produsen pupuk organik. Nah, yang belum banyak dimanfaatkan dan seringkali cuma dibakar saja adalah seresah tebu. Seresah ini bisa berupa seresah sisa kletekkan dan seresah sisa panen tebu.

Saya pernah melakukan penelitian cukup intensif untuk mengkomposkan seresah tebu. Namun, hasilnya boleh dikatakan ‘gatot’ alias gagal total. Permasalahannya bukan karena seresah tebu susah dikomposkan atau Promi tidak manjur untuk seresah tebu, akan tetapi permasalahannya adalah ketersediaan air yang cukup untuk proses pengomposan seresah tebu. Proses pengomposan mutlak memerlukan kelembaban yang cukup, kurang lebih 60-70%. Jika kadar airnya kurang, proses pengomposan akan terhambat atau bahkan tidak berhasil sama sekali.

Saya pernah mencoba berbagai cara, ditaruh di atas permukaan tanah dengan ditutup plastik/terpal. Pernah juga mencoba dengan membuat lubang di dalam tanah. Pernah dicoba membuat rorakan. Tetap saja seresahnya sulit menjadi kompos. Ketika tumpukan seresah dibuka, terlihat masih utuh dan kering kerontang. Gagal.

Namun, saya mendapatkan cerita menarik untuk pemanfaatan seresah tebu oleh petani. Ceritanya ada teman yang bekerja sebagai pabrik gula di daerah Kediri, Jawa Timur. Ada seorang petani di daerah sana yang mencoba untuk memanfaatkan seresah ini sebagai pupuk organik. Caranya masih sederhana, tetapi menurut cerita dia hasilnya sudah mulai terlihat.

Caranya adalah dengan membuat rorakan di sepanjang sela barisan tanaman tebu. Sereah sisa kletekkan dimasukkan ke dalam rorakan tersebut. Ketika panen, seresah-seresah juga dimasukkan ke dalam rorakan ini. Ketika saatnya ‘pedot oyot’, rorakan ini akan tertutup dengan tanah. Seresah ini memang tidak segera menjadi kompos, maklum kondisinya kering. Proses pelapukan sereah berlangsung cukup lama, mungkin hingga musim tanam berikutnya. Untungnya, kondisi tanah di daerah tersebut cukup lembab. Jadi meskipun kering, tetapi tidak kering sekali.

Hasilnya baru terlihat di musim tanam berikutnya. Setelah beberapa kali melakukan praktek ini, tanaman tebu yang ditanam tumbuh bagus, kuantitinya meningkat, rendemennya juga meningkat. Vigor tanamannya bagus.

Belum ada studi ilmiah tentang ini, namun ‘kearifan lokal’ ini bisa menjadi faktor pendorong pemanfaatan seresah tebu sebagai pupuk organik. Petani tebu bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan produktivitas tanamannya.

Kandungan Gizi Spirulina

Pantesan spirulina memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Kandungan gizinya sangat lengkap sekali. Silahkan periksa tabel di bawah ini. (Sumber wikipedia).

serbuk spirulina

Serbuk spirulina siap konsumsi (Sumber: wikipedia)

Spirulina(dried)
Nutritional value per 100 g (3.5 oz)
Energy 1,213 kJ (290 kcal)
Carbohydrates 23.9 g
Sugars 3.1 g
Dietary fiber 3.6 g
Fat 7.72 g
saturated 2.65 g
monounsaturated 0.675 g
polyunsaturated 2.08 g
Protein 57.47 g
Tryptophan 0.929 g
Threonine 2.97 g
Isoleucine 3.209 g
Leucine 4.947 g
Lysine 3.025 g
Methionine 1.149 g
Cystine 0.662 g
Phenylalanine 2.777 g
Tyrosine 2.584 g
Valine 3.512 g
Arginine 4.147 g
Histidine 1.085 g
Alanine 4.515 g
Aspartic acid 5.793 g
Glutamic acid 8.386 g
Glycine 3.099 g
Proline 2.382 g
Serine 2.998 g
Water 4.68 g
Vitamin A equiv. 29 μg (4%)
beta-carotene 342 μg (3%)
lutein and zeaxanthin 0 μg
Thiamine (vit. B1) 2.38 mg (207%)
Riboflavin (vit. B2) 3.67 mg (306%)
Niacin (vit. B3) 12.82 mg (85%)
Pantothenic acid (B5) 3.48 mg (70%)
Vitamin B6 0.364 mg (28%)
Folate (vit. B9) 94 μg (24%)
Vitamin B12 0 μg (0%)
Choline 66 mg (13%)
Vitamin C 10.1 mg (12%)
Vitamin D 0 IU (0%)
Vitamin E 5 mg (33%)
Vitamin K 25.5 μg (24%)
Calcium 120 mg (12%)
Iron 28.5 mg (219%)
Magnesium 195 mg (55%)
Manganese 1.9 mg (90%)
Phosphorus 118 mg (17%)
Potassium 1363 mg (29%)
Sodium 1048 mg (70%)
Zinc 2 mg (21%)
Link to USDA Database entry
Percentages are roughly approximated
using US recommendations for adults.
Source: USDA Nutrient Database

Spirulina, alga micro yang bergizi tinggi

Sebenernya saya sudah tahu alga micro ini sudah luama zekali. Cuma selama ini saya memandangnya dengan ‘mata sebelah’ dan sedikit ‘dipicingkan’. Saya juga sering ditawarin produk-produk MLM yang berasal dari Spirulina. Saya tolak semua. Terus terang, sama sekali saya belum pernah mencicipi ‘spirulina’. Teman-teman saya pun banyak yang menceritakan tentang kehebatan spirulina sebagai suplemen makanan. Ada yang bilang kalau setelah makan spirulina, anak kecil yang dulunya sekit-sakitan, sekarang sudah sehat dan tidak pernah lagi ‘absen’ ke rumah sakit. Ada juga cerita kalau spirulina bisa merangsang kehamilan. Bahkan kabarnya untuk ‘kaum Adam’, spirulina bisa meningkatkan ‘kejantanannya’. Cerita ini cuma saya serap sebagai ‘info’ belaka.

Sekarang, tiba-tiba, saya mendapatkan ‘tugas’ untuk membantu teman yang ahli spirulina untuk ‘menernakkan’ spirulina. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya mesti belajar tentang si spirulina ini. Subhanallah, baru sedikit yang saya baca, ternyata spirulina ini makhluk ciptaan Allah yang luar biasa bermanfaat untuk manusia. Cerita-cerita yang saya dengar dulu memang benar dan sudah banyak dibuktikan secara ilmiah. Paper-paper ilmiah tentang spirulina sudah banyak sekali. (Silahkan click di sini: Laporan Ilmiah tentang Spirulina).

Continue reading

Pengalaman Memalukan & Menjijikkan: Defekasi yang tak terkendali (bag. 2)

2. Gara-gara minum kopi di Siborong-borong

Kejadiannya sudah cukup lama, tapi pengalaman ini tidak pernah terlupakan.

Ceritanya saya sedang menjadi ‘enumerator’ untuk survey kopi di Prop. SumUt, tepatnya di Kab. Tapanuli Utara. Ini pengalaman pertama saya pergi ke daerah sekitar danau Toba. Saya pergi sendirian. Di daerah ini terkenal dengan kopi Sidikalang. Saya tidak pergi ke Sidikalang, tetapi ke daerah lain sentra penghasil kopi. Ada dua jenis kopi yang ditanam di daerah ini, yaitu kopi Robusta dan kopi Arabika. Citarasa kedua kopi ini berbeda. Kalau kopi arabika ada rasa asamnya.

Singkat cerita saya menyewa motor dan satu orang guide untuk mengantar saya keliling daerah danau Toba. Orang batak memang gemar minum kopi dan tuak. Kalau sore biasanya mereka minum2 di kedai. Kopi biasanya mereka sangrai dan tumbuk sendiri. Cita rasanya pun bisa berbeda2 antar warung kopi. Saya diantar oleh guide saya, Pak Purba, ke salah satu warung yang cukup terkenal kopinya. Sampai di warung saya langsung pesan satu gelas kopi panas. Pak Purba sudah memperingatkan saya, kalau belum terbiasa minum kopi arabika jangan minum banyak2. Sajian kopi ala warung kopi itu adalah satu gelas gede.

“Ah….tidak apa2, Pak Purba. Saya suka minum kopi, kok,” jawab saya sedikit sombong.

Kami pun ngobrol, makan, dan minum kopi. Tak terasa satu gelas kopi itu pun habis tak tersisa. Kopinya terasa sedikit asem tapi enak. 

Kopinya memang nikmat di mulut, tapi ketika sampai di perut rasanya lain. Perut seperti dikocok2. Seperti ada gas yang mulai terakumulasi perut. Saya pun mengajak P Purba segera pulang.

Perut saya semakin terasa tidak karuan. Mules, kembung, dan seperti mau meledak. Sampai di tempat penginapan saya segera lari menuju toilet. Secepat kilat saya buka celana dan langsung jongkok di jamban.

“Jrrrooootttr…..cret…..dduuuuttt…,”
Isi perut keluar tanpa bisa dicegah. Malam itu saya pergi ke toilet tiga empat kali.

Esok hari, Pak Purba sudah datang menjeput. Hari ini rencananya saya mau wawancara dengan beberapa petani kopi. Perut sebenarnya masih belum ‘tenang’. Namun, saya tetap pergi.

Kami pergi ke desa2 dengan naik motor sewaan. Ketika sampai di tengah2 kebun, perut mulai berulah lagi.
“Pak….pak berhenti dulu…..perut saya….tidak tahan…..,” pinta saya ke Pak Purba.

Setengah berlari saya turun dari motor dan lari menuju rimbunan pohon kopi. Tanpa pikir panjang saya segera buka celana dan jongkok. Isi perut langsung keluar tanpa permisi. Cair-cair kenthal. Aku intip sedikit, seperti bumbu kacang….hiiiii…..

[Tidak perlu aku ceritakan detailnya]

“Kan sudah saya peringatkan kemarin, jangan banyak2 minum kopinya. Si Mas sih tidak nurut. Tuh akibatnya, ” kata Pak Purba.

“Iya…pak. Saya tidak tahu kalau seperti ini jadinya.”

Tiga hari lamanya aku sering buang hajat di kebun kopi. Yah….anggap ngasih pupuk gratis ke petani. Sejak itu saya kalau minum kopi di warung pesan porsi kecil.

Sebulan lamanya saya keliling Taput dan sekitarnya. Cukup kenyang nyobain bermacam2 kopi lokal. Dan saya tidak kapok minum kopi arabika lagi. Nikmat sih.

==TO BE CONTINUED==

Pengalaman Memalukan & Menjijikkan: Defekasi yang tak terkendali

Setiap orang punya pengalaman yang memalukan, tapi mungkin tidak banyak yang punya pengalaman memalukan sekaligus menjijikkan. Berat dan malu sebenarnya saya ketika akan menuliskan cerita ini. Biarlah.  Saya manusia normal dan biasa saja. Ada sisi-sisi kelam dalam hidup saya.

PERINGATAN KERAS:
KALAU ANDA SEDANG MAKAN ATAU MAU MAKAN. JANGAN TERUSKAN MEMBACA. KALAU ANDA JIJIK. JANGAN TERUSKAN MEMBACA.

1. SERANGAN “BOM ATOM”

Belakang rumah saya ada sungai irigasi. Kali Bening namanya. Persis di belakang rumah adalah DAM kali bening. Dulu kali ini jernih sekali. Ikan2 terlihat jelas. Batu-batu kerikil di dasar kali terlihat. Banyak tumbuh ganggang/tanaman air di kali bening.

Seperti halnya sungai2 lain di Indonesia. Kali adalah jamban raksasa. Hampir semua penduduk sepanjang kali kalau buang hajat di kali. Dan, dam adalah tempat favorit untuk ‘buang hajat’. Kami sering menyebutnya juga kali “Mekong” (meme bokong = menjemur pantat). Di beberapa tempat kali bening juga jadi tempat untuk mandi dan mencuci.

Ketika masih kecil, usia SD, saya dan teman2 biasa “mekong” di dam. Maklumlah anak kecil, di mana saja selalu bercanda. Bahkan, buang hajat saja sambil bercanda. Sampai keterlaluan bercandanya. Suatu hari ketika main dengan temen2, salah seorang temenku mengajak ‘buang hajat’ bareng di dam kali bening.
“Wetengku meles he … kepingin ng***ng,” katanya.
“Nang kali yuk…..,” ajaknya.
“Wegah ah….ora arep ng***ng aku,” jawabku dan temen yang lain.
“Alah….ayo lah….wis kebelet ki, ” rengeknya sambil menahan sakit perutnya.

Karena merengek terus dan demi solidaritas antar teman, akhirnya kami berempat pergi ke dam. Sampai di dam kami ambil posisi masing2. Dua orang jongkok menghadap barat dan dua orang menghadap timur. Kami “buang hajat” berhadap-hadapan di jembatan dam yang lebarnya cuma 1 meter.

Seperti biasa kami jongkok sambil bercanda2. Kami taruhan siapa yang keluar BABnya duluan. (Terlalu ng***ng aja taruhan). Rupanya temen saya yang mengajak tadi sudah beberapa hari tidak buang hajat. BABnya mungkin keras dan susah keluar. Saya dan teman2 yang memang tidak ada rencana buang hajat juga tidak keluar2 BABnya.

Kami ‘ngeden’ (mengejan) agar isi perut segera keluar. Tiba2:
“Breeettttt…..bessss…., ” keluar suara serak2 sember dari salah seorang temen. Vibrasinya jelas2 kurang lancar, tanda ada ‘benda’ yang menghambat jalannya udara.

Kami semua tertawa semua….
“Bom atom…bom atom…..” teriak temen2 sambil menutup hidung dan ketawa.
“Dudu….iki dudu bom atom. Bom atome durung metu,” kata temen yang baru saja buang angin.

Kami pun mengolok2 temen tadi. Wajahnya lucu dan mengemaskan ketika ‘ngeden’. Dia tidak terima diolok2 seperti itu. Lalu dia mengancam.

“Etheni wae bom atomku. Nek metu tak bom kowe,” ancamnya.

Kami pun ketawa-ketawa lagi. Kembali taruhan, kalau ada “bom” yang duluan keluar akan di-bom. Kami jadi balapan ‘ngeden’.
‘Eeeggggghhhhhh….’

Tiba-tiba temenku tadi meletakkan telapak tangannta di bawah d***rnya.
“Meh ngopo kowe…meng ngopo kowe,” teriak temen2 yang lain.

Temenku diam saja, bahkan semakin menngeraskan ‘edennanya’.

‘Hhhhgggghhh…”

Perlahan tapi pasti keluar benda coklat hitam dari d***rnya. Sepertinya keras jadi susah keluar. Aroma tidak sedap mulai merayapi hidung2 kami. Bisa dibayangkan bagaimana bau *A* yang sudah beberapa hari tidak keluar dari perut.

Kami pun mulai riuh dan berteriak2…
“He…heh….bomme metu..bomme metu,”

Temenku benar2 ‘kurang waras’, *A*nya bener2 ditangkap dengan tangannya. Benda yang lunak2 anget itu sudah ada di tangannya.

“Hhhhaaaaaa……..”, dia menyeringai penuh ancaman.

Kami pun serempak berdiri tanpa menaikkan celana kolor kami. Tanpa diberi aba-aba kami lari menuju sawah2 di samping dam. Kami lari sambil tertawa.

Rupanya temen saya tadi terus mengejar kami sambil membawa “bom atomnya”. Kami kejar2an di parit sawah tanpa pakai celana.

Sekian lama kami kejar-kejaran akhirnya temenku melempar “bom”nya. Dan salah seorang temenku beruntung kena lemparan bom itu.

“Haaaa…..hoek…..njelehi….” teriaknya setengah menangis.

“Bom Atom” itu tepat kena punggungnya dan melumer dengan sukses. Yang punya bom ketawa kepingkal2. Kami semua ketawa.

Dengan wajah cemberut mau nangis, temenku pergi ke pancuran air. Di bawah sawah2 itu ada mata air yang ada pancurannnya. Tempat ini biasa buat mandi orang2 kampung. Akhirnya temenku yang kena bom tadi melepas bajunya dan mandi di pancuran. Dia marah2 dan minta temen yang empunya bom untuk mencucikan bajunya.

Kami pun mandi dan mencuci baju ramai2, sambil terus bercanda dan ketawa. Kecuali temenku yang jadi korbam bom. Wajahnya tetap cemberut dan marah.

===TO BE CONTINUED===

Pengalaman konyol: Salah naik bis

Bis umum di kota Gothenburg Swedia

Maklum orang udik. Biasanya naik bis omprengan. Naik berebutan, dan tidak ada nomor kursi. Nunggu bus di pinggir jalan adalah hal biasa.

Ini pertama kalinya saya ke luar negeri. Agak gagab dan kelihatan bloonnya. Saya mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di kota Göteborg (baca Yotebori), kota terbesar kedua di Swedia. Di sini angkutan umum sudah maju. Bisnya besar2 dan bersih. Bisnya ada wifinya. Pesan tiket bis bisa dilakukan via online dan waktu naik bis tinggal menunjukkkan kode bookingnya saja.

Suatu hari saya janjian saya Prof. Mohammad yang mengajar di Borås University, di kota Borås. Jaraknya sekitar 60 km dari Gtb. Biasanya kalau ke Borås saya numpang Prof. Mohammad, kebetulan beliau tinggal di Gtb. Ngirit ongkos. Tapi kali ini saya ada pekerjaan lab, dan saya janjian dengan beliau pukul 1 siang setelah makan siang. Atas saran temen2 saya naik bis Bus4U. Tiketnya beli on line.

Setelah menyelesaikan pekerjaan lab, saya segera ke stasion. Bis Bus4U ada di gate 32 dan berangkat pukul 11.15. Pukul 10.30 saya sudah ada di stasion. Saya segera cari gate 32. Di atas gate tertulia jurusannya “Stockholm”. Bis yang akan saya tumpangi memang jurusannya ke Stockholm, tapi saya turun di centrum, stasion Borås.
Continue reading

Pengalaman Konyol: Salah Naik Kereta

Hari itu saya baru saja menyelesaikan pekerjaan pengomposan seresah tebu di kebun Glenmore, dekat Kec. Genteng Banyuwangi. Seminggu di kebun, badan rasanya sudah seperti ikan asin. Biasanya kalau kerja di lapangan saya bawa satu pasang pakaian lapang khusus untuk kerja. Mau kerja seminggu atau dua minggu pokoknya pakaiannya itu. Tidak pernah dicuci sebelum selesai kerja. Keringat, debu, asep, semua numpuk jadi satu. Kalau pernah ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan), pasti bisa membayangkan baunya. 🙂

Badan rasanya seperti habis digebukin. Capek banget. Saya dianter orang kebun sampai terminal Jember. Saya melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan naik bus umum. Sampai di Surabaya sudah tengah malam. Terpaksa saya cari penginapan sedapatnya. Saya menginap di losmes kelas melati. Horor suasananya. Meski kamar2nya terkesan sedikit kumuh dan mesum, saya tetap ambil, yang penting bisa ‘merem’ sejenak.

Esok harinya saya mampir ke dinas, ketemu seseorang. Selesai dari sana saya bergegas ke Stasion Turi. Saya cuma diberi tiket kereta Agro Bromo dari stasiun Turi ke Gambir. Singkat cerita sampailah saya di Gambir menjelang magrib.

Badan letih. Isi pikiran cuma satu, cepat sampai rumah, berendam air panas, makan masakan istri, suruh mijitin anak2, lalu molor sepuasnya. Saya segera beli tiket KRL Eksekutif Pakuan jurusan Bogor (waktu itu baru ada Pakuan). Saya nunggu di peron. Duduk di bangku sambil ngantuk-ngantuk.
Continue reading

Fotografi Portrait

Fotografi portrait http://isroi.com

Fotografi portrait
http://isroi.com

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Di halaman Wikipedia, fotografi portret (portrait) didefinisikan sebagai fotografi dari orang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, personaliti/karakter, dan mood/emosi dari subjek yang difoto. Memotret orang susah-susah gampang. Tantangan memotret orang adalah bagaimana bisa menangkap ‘mood’ subjek tersebut.

Untuk memotret orang saya lebih suka menggunakan lensa normal (35mm atau 50mm) dengan bukaan rana yang lebar, sedangkan kecepatan rananya menyesuaikan pengaturan sebelumnya. Pengaturan ini cukup membuat Dof (deep of field) yang sempit, sehingga latar belakang subjek foto bisa dibuat sedikit kabur. Karena saya tidak punya perlengkapan lighting, semua foto saya hanya mengandalkan cahaya alami atau cahaya dari lampu biasa. Bahkan saya sangat jarang menggunakan lampu flash bawaan kamera. Cahaya yang saya suka adalah cahaya matahari. Terutama cahaya matahari yang menerobos lewat jendela atau pintu di pagi atau sore hari. Cahaya matahari ini lebih terkesan ‘lembut’. Saya juga lebih suka cahaya yang berasal dari sisi samping subjek. Arah cahaya ini akan membentuk profil wajah.

Bagian yang lebih menantang lagi adalah bagaimana mendapatkan sudut pemotretan yang tepat agar ekspresi, mood, dan karakternya bisa menonjol dalam foto. Biasanya saya mencoba berbagai macam sudut pengambilan gambar dan memotret berkali-kali sampai diperoleh foto yang diinginkan.

Dalam beberapa kasus, saya hanya bisa memotret sekali dengan persiapan yang ala kadarnya. Namun, dengan sedikit kejelian, dan kalau beruntung bisa diperoleh gambar yang cukup bagus. Contohnya fotonya Keke, keponakan saya, yang saya foto cuma beberapa kali; fotonya Ahmad, orang arab, yang saya foto cuma sekali di dalam tram; lalu fotonya Mbah Kakung yang saya foto cuma sekali juga.

Fotografi portrait http://isroi.com

Fotografi portrait
http://isroi.com

Fotografi portrait http://isroi.com

Fotografi portrait
http://isroi.com

Fotografi portrait http://isroi.com

LG
Fotografi portrait
http://isroi.com

Fotografi portrait http://isroi.com

Bu Dhe Utiek
Fotografi portrait
http://isroi.com

Fotografi portrait http://isroi.com

Pak Dhe Muslim
Fotografi portrait
http://isroi.com

Fotografi portrait http://isroi.com

Rochmat Supraba
Fotografi portrait
http://isroi.com


Continue reading

Tips Android: Menambahkan Device pada Akun Samsung Galaxy

SAMSUNG Galaxy Note 3 Neo [N750] - White

Beli Smartphone Android Samsung Baru di Bhineka.com

Artikel ini untuk menjawab banyak pertanyaan tentang bagaimana menambahkan HP Samsung kita jika belum terdaftar pada akun Samsung.

Beberapa pengunjung blog ini, terutama yang mengalami musibah kehilangan HP Samsungnya sering kebingungan bagaimana menambahkan device (perangkat) baru ke akun Samsung jika belum terdaftar pada akun Samsung.Pendaftaran perangkat ini penting, agar perangkat/HP kita bisa dilacak.
Baca panduan melacak HP Samsung yang hilang di link ini: Menemukan Gadget Samsung yang Hilang.

1. Masuk ke website Akun Samsung di https://account.samsung.com/
2. Login. Jika belum punya akun, segera buat akun terlebih dahulu.
3. Pilih menu: Temukan Ponsel Saya atau Find My Mobile.
4. Di bagian kolom kiri bawah, pilih: Panduan Pengguna. Jika Anda belum mendaftarkan HP/Gadget Samsung Anda, maka pada bagian perangkat akan kosong.
5. Untuk menambahkan Gadget pilih menu di bawah [Memilih Ponsel], yaitu [Jenis Produk]. Pilih Gadget Samsung yang ingin Anda daftarkan.
6. Pilih Ok.

Samsung akan mengirimkan notifikasi ke ponsel dan minta persetujuan.

Nah, di sini kadang-kadang jadi masalah. Apalagi jika HP Anda di tangan pencuri. Jika pencurinya bodo, koneksi GPS, WiFi, dan Jaringan akan tetap aktif dan mau menkonfirmasinya. Setelah dikonfirmasi, HP Samsung akan terdaftar di Akun Samsung dan Anda bisa mulai melakukan pelacakan.

Semoga bermanfaat